Sabtu, 15 Oktober 2016

ARTIKEL TENTANG PERUBAHAN SOSIAL (PERANAN WANITA)




Perubahan sosial mengacu pada perubahan dalam tatanan sosial dalam masyarakat. Perubahan sosial termasuk perubahan dalam lingkungan, lembaga-lembaga sosial, perilaku sosial, dan hubungan sosial. Perubahan sosial juga dapat mengacu pada gagasan kemajuan sosial atau evolusi sosial budaya. Perubahan sosial dapat berlangsung dengan cepat ataupun dengan lambat dan pada umumnya tidak disadari oleh masyarakat. Orang hanya akan mengetahui perubahan sosial ketika dia membandingkan kehidupan sosial di masa lampau dengan masa kini.
Tidak ada masyarakat yang tidak mengalami perubahan. Walaupun itu terjadi secara tidak disadari. Namun, perubahan tersebut akan terasa ketika kita membandingkan masyarakat tersebut dari masa lalu sampai masa kini. Perubahan tersebut dapat dilihat dari cara berpakaian, cara bertutur, cara belajar, perubahan norma, dan sebagainya. Perubahan yang terjadi pada masyarakat tersebut disebabkah oleh banyaknya faktor-faktor yang mempengaruhi. Karenanya perubahan yang terjadi di dalam masyarakat itu dikatakan berkaitan dengan hal yang kompleks.
Perubahan sosial dalam kehidupan masyarakat terjadi karena masyarakat tersebut menginginkan perubahan. Perubahan juga dapat terjadi karena adanya dorongan dari luar sehingga masyarakat secara sadar ataupun tidak akan mengikuti perubahan.
Saya mengambil contoh perubahan sosial yang ada di lingkungan saya adalah Peranan wanita, baik dalam bidang pendidikan maupun pemerintahan. Bila dulu kita jarang menemui wanita yang mengenyam pendidikan sampai tingkat yang lebih tinggi dan yang terjun di kancah pemerintahan, saat ini sudah banyak sarjana dan ada beberapa peranan penting di pemerintahan yang dipegang oleh wanita. Hal ini terjadi karena  masyarakat sekarang lebih terbuka dan bisa menerima pemimpin wanita.
Pada zaman seperti sekarang ini, bisa dikatakan antara laki-laki dan perempuan sudah setara. Karena tidak ada batasan yang mengatur mereka untuk ikut terjun ataupun mendedikasikan diri mereka ke ranah manapun yang mereka kehendaki termasuk bidang pemerintahan. Pada zaman dahulu masih sangat jarang wanita karir, karena mungkin dulu wanita hanya dianggap sebagai ibu rumah tangga dan tugasnya hanya mengurus urusan di dalam rumah. Tapi sekarang sudah berbanding terbalik, sudah sangat banyak wanita karir yang bekerja di luar rumah seperti di kantor, perusahaan, membuka usaha sendiri, bahkan tidak jarang yang terjun di ranah pemerintahan.
Dengan pendidikan yang tinggi dan dibekali pengetahuan / wawasan yang luas menjadikan mereka di hormati dan di hargai oleh orang-orang di sekitarnya, mereka juga di percaya misalnya untuk menangani urusan ataupun memegang tanggung jawab untuk suatu acara dan sebagainya. Tidak ada pembatasan atau larangan untuk mereka selama mereka dianggap mampu untuk menjalankan, maka di sini lah letak bahwa tidak ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan selama mereka mampu. Banyak juga jenis profesi yang di tekuni seperti pendidik, pengusaha, penegak hukum, bahkan terjun di bidang pemerintahan sebagai pejabat.
Perubahan sosial mengenai peranan wanita pada zaman sekarang ini sudah tidak jarang ditemukan, karena hampir di penjuru dunia hal seperti ini sudah umum. Bahkan bisa dibilang saat ini wanita itu harus berpendidikan tinggi, mandiri dan berkarir, banyak alasan atas persepsi tersebut salah satunya adalah karena semua wanita kelak akan menjadi seorang Ibu “ibu yang cerdas akan menghasilkan anak yang cerdas “, selain itu untuk mendapatkan pasangan yang berkualitas jadi kita juga harus memperbaiki kualitas diri. Jadi tidak jarang pada zaman sekarang banyak wanita yang bersekolah tinggi dan berusaha mendapatkan pekerjaan yang bagus, faktor yang paling utama yaitu karena tuntutan zaman yang semakin maju dan modern.
Perubahan di atas adalah bentuk Perubahan yang direncanakan karena itu merupakan perubahan-perubahan yang diperkirakan atau yang telah direncanakan terlebih dahulu oleh pihak-pihak yang hendak mengadakan perubahan di dalam masyarakat. Secara umum, perubahan berencana dapat juga disebut perubahan dikehendaki.
Jadi, dari penjelasan di atas membuktikan bahwa pada zaman sekarang kedudukan wanita sama dengan kedudukan laki-laki. Bahkan dalam bidang-bidang tertentu ada yang jabatannya lebih tinggi dari pada laki-laki. Ini merupakan bentuk perubahan sosial yang sangat mencolok di kalangan masyarakat saat ini.

Senin, 10 Oktober 2016

ARTIKEL TENTANG LAPISAN SOSIAL, KEDUDUKAN SAYA DALAM LAPISAN SOSIAL (PENGALAMAN PRIBADI)


Lapisan sosial (stratifikasi sosial) berasal dari kata strata atau stratum yang berarti lapisan. Pitirim A.Soroki memberi definisi lapisan masyarakat sebagai  perbedaan penduduk atau masyarakat kedalam kelas-kelas yang tersusun secara bertingkat. Masyarakat terbentuk dari individu-individu. Individu-individu yang terdiri dari berbagai latar belakang tentu akan membentuk suatu masyarakat heterogen yang terdiri dari kelompok-kelompok sosial. Dengan terjadinya kelompok sosial itu maka terbentuklah suatu pelapisan masyarakat atau masyarakat yang berstrata.
Terjadinya pelapisan sosial dibagi menjadi 2 yaitu:
1. Terjadi dengan sendirinya.
Proses ini berjalan sesuai dengan pertumbuhan masyarakat itu sendiri. Adapun orang-orang yagn menduduki lapisan tertentu dibentuk bukan berdaarkan atas kesengajaan yang disusun sebelumnya oleh masyarakat itu, tetapi berjalan secara alamiah dengan sendirinya. Oleh karena sifanya yang tanpa disengaja inilah maka bentuk pelapisan dan dasar dari pada pelaisan ini bervariasi menurut tempat, waktu dan kebudayaan masyarakat dimanapun sistem itu berlaku. Pada pelapisan yang terjadi dengan  sendirinya, maka kedudukan seseorang pada suatu strata tertentu adalah secara otomatis, misalnya karena usia tua, karena pemilikan kepandaian yang lebih, atau kerabat pembuka tanah, seseorang yang memiliki bakat seni, atau sakti.
2. Terjadi dengan disengaja
Sistem palapisan ini disusun dengan sengaja ditujuan untuk mengejar tujuan bersama. Didalam pelapisan ini ditentukan secar jelas dan tegas adanya wewenang dan kekuasaan yang diberikan kepada seseorang. Dengan adanya pembagian yang jelas dalam hal wewenang dan kekuasaanini, maka didalam organisasi itu terdapat peraturan sehingga jelas bagi setiap orang yang ditempat mana letakknya kekuasaan dan wewenang yang dimiliki dan dalam organisasi baik secar vertical maupun horizontal.sistem inidapat kita lihat misalnya didalam organisasi pemeritnahan, organisasi politik, di perusahaan besar.

Didalam sistem organisasi yang disusun dengan cara ini mengandung dua sistem ialah :
-  Sistem fungsional ; merupakan pembagian kerja kepada kedudukan yang tingkatnya berdampingan dan harus bekerja sama dalam kedudukan yang sederajat, misalnya saja didalam organisasi perkantoran ada kerja sama antara kepala seksi, dan lain-lain
-    Sistem scalar : merupakan pembagian kekuasaan menurut tangga atau jenjang dari bawah ke atas (vertikal
Pembagian sistem Pelapisan Menurut Sifatnya
Menurut sifatnya maka sistem pelapisan dalam masyarakat dapat dibedakan menjadi 2 yaitu:
1. Sistem pelapisan masyarakat yang  tertutup
Didalam sistem ini perpindahan anggota masyarakt kepelapisan yagn lain baik ke atas maupun ke bawah tidak mungkin terjadi, kecuali ada hal-hal yang istimewa. Didalam sistem yang demikian itu satu-satunya jalan untuk dapat masuk menjadi anggota dari suatu lapisan dalam masyarakat adalah karena kelahiran. Sistem pelapisan tertutup kita temui misalnya di India yang masyaraktnya mengenal sistem kasta
2. Sistem pelapisan masyarakat yang terbuka
Didalam sistem ini setiap anggota masyarakat memiliki kesempatan untuk jatuh ke pelapisan yang ada dibawahnya atau naik ke pelapisan yang di atasnya. Sistem yang demikian dapat kita temukan misalnya didalam masyarakat Indonesia sekarang ini. Setiap orang diberi kesempatan untuk menduduki segala jabatan bisa ada kesempatan dan kemampuan untuk itu. Tetapi di samping itu orang jug adapt turun dari jabatannya bila ia tidak mampu mempertahankannya.. Status (kedudkan) yang diperoleh berdasarkan atas usaha sendiri diebut “achieved status”

Terkait dengan pengalaman pribadi saya, di sini saya akan menceritakan kasus yang pernah saya alami pada saat mendaftar sekolah di SMA dulu. Kebetulan waktu itu saya mendaftar di SMA yang bisa dibilang sekolah nomor 1 di kota saya, tidak ada orang yang tidak mengenal sekolah bergengsi itu. Berbicara tentang bagusnya sekolah itu, tidak mudah juga pastinya untuk bisa masuk (ketrima) di SMA tersebutdan mengingat biayanya pun juga mahal.
Dulu saya mendaftar di sana melewati jalur tulis dan tes tersebut hanya di adakan satu kali. Dan sistem yang diberlakukan di sekolah itu bahwa sebelum hasil tes di umumkan, para orang tua calon murid baru di panggil ke sekolah untuk di mintai sumbangan istilahnya, bahwa kalau anaknya bisa di terima di sekolah tersebut si orang tua berani menyumbang uang berapa, tetapi dengan bahasa yang halus. Meskipun orang tuanya PNS ataupun si anaknya pintar kalau sumbangannya sedikit (tidak memenuhi standar persyaratan sekolah tersebut) maka ya bisa dibilang tidak akan diterima, standar yang ditetapkan sekolah untuk jumlah minimal sumbangan yaitu lima ratus ribu rupiah, karena itu sudah menjadi tradisi / kebiasaan yang diterapkan sekolah sejak dulu, sehingga itu menjadi peraturan yang harus dijalankan.
Suatu contoh, waktu itu ada teman saya juga mendaftar di sana, orang tuanya tentara dan dia pintar tetapi beliau menyumbang sedikit, alhasil teman saya tersebut tidak diterima. Ada juga yang menggunakan channel (orang dalam), itu bisa memudahkan proses pada saat tes sampai diterima masuk. Waktu itu saya tidak diterima ya mungkin karena orang tua saya menyumbang sedikit (tidak memenuhi standar peraturan yang ditetapkan). Karena prinsip orang tua saya semuanya tidak harus dibeli dengan uang, karena ilmu bisa di dapat dimanapun tempatnya asal tinggal niat kita, semua sekolah sama.
Pernah ada seorang wali murid yang menggugat bahwa kebijakan sekolah ini tidak adil, tetapi pihak sekolah menyikapainya dengan tegas bahwa itu sudah menjadi peraturan sekolah yang harus tetap dijalankan, jadi kita tidak bisa mengganggu gugat keputusan pihak sekolah.
Contoh diatas adalah diskriminasi yang terbentuk akibat perbedaan kekayaan, dimana orang yang kaya yang diutamakan dan yang miskin dibiarkan. Hal ini sering terjadi karena bagaimana pun manusia sudah terbiasa sejak dahulu menilai seseorang berdasarkan kekayaan yang dimilikinya. Seharusnya dalam bertindak dan berpikir kita harus efisien dan efektif dimana mendahulukan yang harus ditanggani dengan cepat. Keinginan memiliki persamaan derajat ini melahirkan HAM hak asasi manusia, yang telah diperjuangkan umat manusia atau orang yang tertindas dimanapun sejak dahulu.

Banyak sekali contoh kejadian yang menggambarkan tentang hubungan antara pelapisan sosial dengan kesamaan derajat. Salah satu contoh yang akan saya berikan dalam masyarakat kita, kita dapat menemukan hal ini di masyarakat kita sendiri, bagi orang yang memiliki lapisan sosial tertinggi di lingkungannya, maka orang itu juga akan mendapatkan sesuatu yang istimewa di masyarakatnya, seperti dihormati, dihargai, serta memiliki wibawa yang sangat tinggi,  karena mereka memiliki tempat atau derajat yang sangat dihormati, tetapi semua itu kembali terhadap kepada individu. Masih banyak contoh lainnya yang ada dimasyarakat kita bahkan di negara kita, pelapisan sosial dan  kesamaan derajat memiliki cangkupan yang sangat luas, kita akan temukan dalam mendapatkan pekerjaan, dalam memilih pasangan pun terkadang dilihat dari hal ini. Oleh karena itu , kita sebagai manusia harus bersikap adil terhadap sesama manusia, jangan hanya melihat oleh salah satu sisi saja seperti kekayaannya. Kita satu jenis ciptaan tuhan yang memiliki jenis pria dan wanita, marilah berbagi terhadap sesama, berlaku adil untuk mencapai semuanya.           

 



Rabu, 05 Oktober 2016

HASIL PENGAMATAN OBSERVASI KLINIK ROMO WIJOYO DAN 3 OBJEK LEMBAGA SOSIAL LAINNYA





Hello !
Di catatan artikel kali ini saya akan sedikit memaparkan hasil observasi salah satu Lembaga Pelayanan Masyarakat perihal memenuhi tugas mata kuliah sosiologi hukum. Baik hasil observasi saya sendiri maupun hasil observasi dari teman-teman kelompok 2 yang lainnya.
A.     Kemarin saya memilih sebuah klinik untuk di jadikan objeknya, tepatnya yaitu KLINIK PRATAMA ROMO WIJOYO yang bertempat di Gandusari Trenggalek.
1.   Nama lembaga : KLINIK PRATAMA ROMO WIJOYO
2.   Motto lembaga : Kesembuhan Anda Adalah Senyum dan Kebahagiaan Kami
3.   Jenis pelayanan yang di sediakan / di tangani
- Rawat jalan
- Rawat inap
- Laboratorium
- Pengurusan Surat keterangan sehat dari dokter
4.   Sarana / fasilitas
- Ambulance
- Mushola
- TV di ruang tunggu
- Computer
- Apotek
- Kamar kelas biasa dan VIP (kamar mandi dalam, TV, sofa)
- Ada seorang pesuruh yang  siap di mintai tolong sewaktu-watu
- Makan sehari 3x untuk pasien rawat inap.
5.   Struktur organisasi
- Direktur/penanggung jawab : dr. Mohammad Ravi Tanwirul afkara
- Administrasi : Trisna Adiyanti
- Kepegawaian : Hadi Wiyoto
- Umum : Siti Mukharomah
- Pelayanan medic & keperawatan (IRD) : dr. Devi Mavika
- Pelayanan medic & keperawatan (poli rawat jalan) : dr. Sonya
- Pelayanan medic & keperawatan (ruang keperawatan) : Lilis Fitriani
- Pelayanan penunjang : Fitria Damayanti
- Instalasi farmasi : Sudarti
- Labolatorium : Evi Hendi
- Gizi : Arum
- Jasa antar : M. ahmadi
- Satpam : Eko Budiono
- Laundry : Sukiyan

Ada berbagai jenis masyarakat, dari yang miskin, menengah hingga yang kaya. Otomatis dari segi pakaian yang dikenakan, kendaraan yang di tumpangi, jabatan yang dimiliki, gudget, asesoris yang dikenakan, bahkan sampai cara berbicara yang berbeda. Dari pihak pasien ataupun pegawai/perawat yang berinteraksi di sini pasti juga memiliki perbedaan social. Tetapi menurut pengamat, meskipun mereka berbeda tetapi tetap saling menghargai satu sama lain, tidak di beda-bedakan dan di sama ratakan dalam melayani.
Petugas dan perawat nya sangat ramah dan cakap, mereka melayani dengan memberikan senyuman dan tutur kata yang lembut. Mereka juga sangat cakap, misalnya ada pasien darurat ataupun ada pasien yang membutuhkan sesuatu, maka mereka cepat tanggap mengatasi dan memberikan bantuan.
Komentar masyarakat tentang pelayanan di klinik romo wijoyo yaitu, yang pertama daripihak perawatnya, masyarakat mengatakan ada yang ramah dan juga biasa saja. Menurut mereka dokternya pun sangat baik, ramah dan humoris. Baik pasien yang miskin / kaya, pelayanannya disamakan, tidak di beda-bedakan, tidak ada diskriminasi. Contohnya pada saat antri mau periksa, mereka yang daftar terlebih dahulu juga akan di layani/diperiksa terlebih dahulu, lepas dari itu si kaya/ si miskin. Semua dilayani dengan baik.
Kemarin waktu observasi pun saya juga di layani dengan baik, meskipun pada saat jam kerja dan mere lagi sibuk, tetapi saat saya mintai wawancara mereka tetap melayani dengan ramah dan sabar. Saya juga sempat minta izin langsung dengan dokternya, dan dia menanggapi dengan ramah dan baik.  

B.     Yang kedua hasil pengamatan dari saudara Anam, kali ini Kantor Kepala Desa Baruharjo yang di jadikan objeknya.
1.      Nama lembaga : Kantor Kepala Desa Baruharjo
2.      Motto lembaga : Baruharjo OK
3.      Jenis pelayanan yang di sediakan / di tangani
-          Administrative
-          Posyandu balita
-          Posyandu lansia
-          E-KTP
-          SKCK
-          SKTM
-          Surat baru kerja
-          Surat perkawinan
-          Sertifikat, dll.
4.      Sarana / fasilitas
-          Mobil patrol
-          Laptop (2 unit)
-          Computer
-          Kursi sebanyak 100
-          Iventaris motor
5.      Nama-nama dusun (terdiri dari 16 RW dan 4 RT)
-          Dempok
-          Jetak
-          Baru klinting I
-          Baru klinting II
Kegiatan mingguan yang diadakan di desa baruharjo ini diantaranya setiap hari jumat mengadakan gotong-royong dan setiap hari senin rapat evaluasi desa.
Menurut  warga setempat pelayanan di desa ini sudah baik, petugasnya pun ramah dan tidak membeda-bedakan. Tapi ada suatu keluhan yang di lontarkan oleh masyarakat yaitu tidak meratanya pembagian bantuan kepada rakyat yang tidak mampu.  Ini merupakan hal yang sangat penting dan perlu diperhatikan oleh pihak desa, karena ini menyangkut kebutuhan seseorang yang seharusnya menjadi haknya. Tapi selebihnya pelayanan di desa baruharjo ini sudah sangat baik.

C.     Yang ketiga hasil observasi dari saudara afif, yang menjadi objeknya adalah Bank BRI Pusat Tulungagung
1.      Nama lembaga : Bank BRI Pusat Tulungagung
2.      Jenis pelayanan yang di sediakan / di tangani
-          Pelayanan nasabah
-          Pelayanan kas
-          Pelayanan kliring
-          RTGS
-          Lembaga penjamin simpanan
3.      Symbol : Logo Bank BRI, Lembaga Penjamin Simpanan, Mitra Layanan Taspen
4.      Fasilitas : ATM

Pelayanan di Bank BRI Pusat juga cukup baik, petugasnya ramah dan tidak ada unsur diskriminasi. Ada sebagian yang bersikap cuek tapi itu hanya sebagian kecil, selebihnya sudah baik. Dia mendapat salah satu informasi dari temannya yang pernah berurusan di kantor BRI pusat bahwa menurutnya pelayanannya sudah ramah dan tidak ada unsur diskriminasi.

D.     Dan yang terakhir hasil observasi dari saudari Azizatul Maghfiroh, kali ini objeknya aalah kantor kepala desa Tunggulsari. ebuah desa yang terdiri dari 3 dusun, yakni dusun Sekarsari, dusun Mekarsari, dan dusun Sumbersari . terdiri dari 41RT dari 8 RW.
1.      Nama lembaga : Kantor Kepala Desa Tunggulsari
2.      Motto lembaga : Meningkatkan pelyanan pada masyarakat, Meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui koperasi.
3.      Jenis pelayanan yang di sediakan / di layani
-          SKTM
-          Surat keterangan kelahiran
-          Surat keterangan kematian
-          Pengurusan KTP
-          Dan surat lainnya.
4.      Jenis kegiatan
-          PKK setiap minggu ke-3
-          Karang taruna
-          Posyandu
-          PKK RT
-          Yasinan setiap dusun
-          Pertemuan RT
5.      Sarana / fasilitas
-          Computer
-          Proyektor
-          Sound system

Pelayanan di desa tunggulsari sangat baik, karena semua pegawainya ramah. Begitu juga dengan kepala desanya, beliau sangat ramah dan welcome kepada setiap tamu yang datang. Tidak membedakan apakah itu dari kalangan bawah ataupun atas tidak di beda-bedakan. Menurut salah satu pegawai yang di wawancarai, bahwa pada saat tidak pada jam kerja ataupun pada saat hari libur, jika ada masyarakat yang ada kepentingan atau membutuhkan sesuatu, maka pihak desa siap melayani.
Masyarakat yang datang pun rata-rata juga dari kalangan yang sama, dari gaya berpakaian dan kendaraan, ada yang naik motor ada yang naik sepeda. Tetapi meskipun begitu pelayanannya tetap sama tidak ada perbedaan.
Menurut masyarakat setempat, mereka puas dengan pelayanannya. Kepala desa serta jajarannya juga sangat ramah. Hanya saja ada masalah sedikit, terkait dengan RT, ada RT yang cekatan da nada yang kurang cekatan atau masa bodoh, contohnya jika ada bantuan untuk masyarakat, dan seharusnya ketua RT mendata, tapi dia tidak mendata masyarakat, akhirnya masyarakat yang seharusnya mendapat bantuan jadi tidak mendapat dan bantuannya tidak sampai tujuannya. Selebihnya itu pelayanan sudah sangat baik.
Sekian sekilas penjelasan dari hasl observasi kelompok kami, semoga bermanfaat. Tankyouuuu !